MENTAL PEDULI BERSINERGI

 



Ilmu hikmah


Wayan Supadno



Di dalam buku Memimpin Efektif, sangat ditekankan tentang _spirit_ berkontribusi. Sebuah organisasi, ibarat tubuh manusia semua bagian anatominya berperan sesuai _faal_ / fungsinya dengan kesadaran sendiri.


Bukan soal umur, pendidikan formal dan latar belakang lainnya. Anak muda sekalipun banyak yang telah terbukti mampu jadi pemimpin hebat. Karena punya kemampuan membangunkan _spirit_ berkontribusi.


Kecerdasan lapangan yang dimilikinya, mampu mengubah dirinya jadi sosok yang berketerampilan khusus memimpin sangat produktif. Karena selalu mau membekali diri dengan membaca dan menyimak senior - seniornya.


Pendek kata, dalam bisnisnya. Tim yang dibentuk sedemikian produktifnya. Karena satu hal yang paling menonjol adalah lahirnya kesadaran ikut berperan kontribusi positif tanpa banyak menyita peran pihak lainnya.


Itu semua terwujud jika figur pemimpinnya memenuhi syarat melekat padanya. Di antaranya. 


Mental peduli. Mental peduli hal sangat penting. Jika semua peduli maka semua selesai karena diperankan masing - masing. Sehingga dibutuhkan upaya khusus agar semua orang yang dipimpinnya bermental peduli.


Contoh, bisa dibayangkan jika semua tidak peduli dengan sampah. Betapa sangat melelahkan petugas kebersihan. Menguras energi terlalu tinggi. Jika semua " bermental peduli ", semua bersih dengan sendirinya.


Contoh lain, hal korupsi. Sesungguhnya sangat mudah mengatasi korupsi. Asal anak bangsa Indonesia semua " bermental peduli " terhadap anti korupsi. Semua melibatkan diri sadar anti korupsi, maka tiada korupsi.


Mental sinergi. Sinergi ibaratnya satu plus satu mesti dua plus. Ini hal sangat mutlak harus dimiliki oleh semua anggota organisasi mulai negara, perusahaan dan keluarga. Tanpa bersinergi, maka tanpa prestasi hebat terlahir milik bersama.


Artinya bahwa pemimpin harus mampu membangun dengan suasana yang cipta kondisi agar terlahir kesadaran " bermental sinergi " untuk semua orang yang dipimpinnya. Kepekaan panggilan untuk bekerjasama. Bukan kompetisi.


Contoh, karena mental bersinergi terbentuk pada semua anggota tim kerja. Tanpa perlu pengawasan. Jauh sekalipun. Karena satu dengan lainnya telah terikat dan terkait produktif. Saling membutuhkan dan dibutuhkan demi misi bersama agar _goal_ sukses bersama. 


Maka akan selalu lahir karakter suka kreatif inovatif demi bersama. Jika satu di antaranya dipercaya jadi _leader,_ lainnya mendukung. Karena tahu persis kualitas karakter dan kapasitas, di tengah mereka kesehariannya. Pantas dan tepat untuk didukung.


Ilmu hikmahnya, bahwa ternyata jadi pemimpin bisnis tidak harus terlalu banyak syaratnya. Seakan, dua saja. Mampu membangun mental peduli dan mampu membangun mental bersinergi. Cipta kondisi agar dua hal itu terbentuk.


Buktinya, banyak pebisnis sukses mampu mengendalikan staf karyawannya ribuan orang dengan jarak jauh tetap usahanya jalan. Pendidikan formalnya tidak tinggi amat. Justru stafnya banyak alumni pasca sarjana. 


Konkretnya sahabat dekat saya. Punya usaha nan jauh dari rumahnya. Berani mempertaruhkan untuk anggaran gajian 40.000 an orang karyawan minimal Rp 135 miliar/bulan. Jarang sekali terlihat sibuk ngurus usahanya. Karena sukses membangun tim.


Hal paling menonjol yang dimilikinya adalah piawai dalam membentuk tim agar semua orang yang terlibat dalam usahanya bermental peduli dan bermental sinergi. Pekerjaan besarnya, bisa selesai. Sering kali capaiannya melampaui target komitmennya.



Salam Peduli 🇮🇩

Wayan Supadno

Pak Tani

HP 081586580630


Komentar

Postingan populer dari blog ini

JPU KPK DIMINTA SEGERA TETAPKAN STATUS TERSANGKA UTAMA TIPIKOR GEREJA KINGMILE 32 MIMIKA

PT. Bina Indocipta Andalan bekerjasama dengan DJP mengadakan Webinar dengan tema "Pemadanan NIK Menjadi NPWP"

OJK Berdasarkan UU Perasuransian dan UU P2SK Segera Perintahkan PUJK Jiwasraya Menyelesaikan Seluruh Kewajibannya Sebelum Dilikuidasi.